Senin, 12 September 2011

Cantiknya Pantai Belitung, Secantik Pengunjungnya :)

Harusnya, habis liburan langsung posting. Tapi karena kesibukan pekerjaan dan lain-lain *hayah:p* maka baru sekarang bisa posting :)

Ceritanya, Juni 2011 kemaren, aku sama temen-temenku liburan ke Babel (Bangka-Belitung). Setelah lama mencari-cari waktu dan teman, akhirnya bisa juga liburan sendiri! Nggak dalam rangka kerja / shooting hehe...
Maka jadilah, aku, Mila dan Mba Wiwin (teman kantor, sebelum mba Win akhirnya resign..hiks), serta Esti (temen dari SMP dulu) berangkat ke Babel. Kemaren agak salah perhitungan sih, jadi itinerary-nya sedikit membuang-buang waktu untuk perjalanan...selain karena tiket pesawat yang langsung ke Belitung sold out yaaa... (long wiken saat itu).

So, Jumat pagi kami ketemuan di bandara, langsung terbang ke Bangka pake singa air :p. Sampai sana, ada temannya Esti yang berbaik hati menjemput dan langsung membawa kami ke pelabuhan untuk lanjut ke Belitung naik Kapal (th 2007 aku naik Jetfoil, kapal cepat dg waktu tempuh Bangka-Belitung 4 jam). Unfortunately, kami dapet kelas ekonomi...jadinya duduk dempet2an di dek belakang :(. Penumpang emang full banget saat itu. Tapi dinikmati sajalah.... *abis itu kaki bengkak karena gak leluasa gerak selama hampir 6 jam!!*

Sampai Belitung, sudah malam. Lagi-lagi ada networkingnya Esti (cieeehh) yang njemput dan mengantar kami mencari penginapan. Tapi sebelum itu, kami langsung cari tiket kapal untuk balik ke Bangka hari Minggunya, biar nggak kehabisan dan dapat kelas yang nyaman. Akhirnya dapet kelas Eksekutif, sekitar duaratus ribuan. Alhamdulillah...
Oiya, kami juga langsung kontak rent-car yang biasa dipakai kantorku kalau ada shooting ke Belitung. Jadi harga standar dan pelayanan dijamin memuaskan hehe... (450.000/hari include driver & BBM).

Sampai di penginapan (Pondok Impian 2), semua langsung pada tepar! Hehe.. Murah sih, penginapannya, sekamar 150.000,- apa ya? *begini nih efek nggak langsung posting, banyak lupa!*. Roomnya bersih dan cukup luas. Sayangnya, ini hotel punya pub yang kalau menjelang tengah malem nyetel musik dugem keras benjeett! Untungnya kami udah pada ngantuk semua, so...nggak denger2 banget deh!:p

Sabtu pagi.
Sarapan di hotel (menu standar hotel melati yaaa....nasi goreng and roti tawar ;p ). Driver rental udah nunggu di lobi hotel. Kami langsung nyebutin sederet lokasi wisata dan pasrah mau dibawa kemana dulu baiknya! Hahaha....
(Foto : di depan hotel sebelum piknik! hehe..)

Akhirnya kami putuskan untuk ke daerah Tanjung Tinggi, dimana deretan pantai indah Belitung ada di sana. Driver langsung membawa kami ke pool perahu-perahu sewa yang biasa membawa wisatawan keliling banyak pulau di Belitung. Sewa perahu seharian 350.000,- sudah disediakan baju pelampung. Kami juga menyewa peralatan snorkle. Mba Wiwin dan Esti udah punya, jadi cuma aku dan Mila yang sewa. Kami semua nggak bisa berenang sih, tapi kalau cuma snorkling, pakai pelampung pula, cincai laaaahh!! :D

Perjalanan dengan perahu dimulai.
Alhamdulillah cuaca cerah banget! Panas sih, tapi bikin langitnya keliatan biru cantik dan gradasi air lautnya juga terlihat jelas. Belum lagi pemandangan batuan granit yang tersebar di laut, bikin mata nggak mau kedip! *lebay*






Destinasi pertama adalah pulau pasir putih.
Sebenarnya ini bukan pulau beneran ya, hanya daratan yang menyembul ke permukaan di pagi hari kala air laut surut. Tapi lumayan luas sih, jadi emang kaya daratan mungil di tengah laut. Banyak wisatawan yang mampir kesini. Kami juga dooong! Tapi kami nggak berenang, cuma jalan-jalan di pasirnya yang putih bersih dan foto-foto narsis aja, karena masih banyak pulau yang mau disinggahi.
Oiya, banyak bintang laut loh! Cantik banget! *kaya yang nulis. Wink!:p*








Dari situ, kami lanjut ke Pulau Lengkuas yang memiliki menara mercusuar.

Catatan ya, destinasi pulau terserah penumpang kok, pemilik kapal bakal menuruti dimanapun kalian ingin berhenti dan singgah. Sebelum sampai Pulau Lengkuas, pemilik perahunya nawarin kami untuk snorkling, karena di bagian tersebut pemandangan lautnya bagus. Tapi karena itu di tengah laut dan keliatan dalam plus kami nggak jago berenang, kami minta di bawa ke tepi pulau aja....Jadi snorklingnya di tepi pantai hehe.... *judulnya jadi liat dasaran pantai! Hihihi...*

Yup! Kapal ditambatkan, kami pun snorkling. Meskipun nggak ada pemandangan bawah air yang bagus untuk dilihat *ya iyalah...wong deket pantai*, tapi masih ada ikan-ikan kecil warna-warni yang mondar-mandir pamer bodi. Tau aja deh, kalau kami butuh hiburan :p
Puas snorkling, kami ke pantai Lengkuasnya. Mau naik ke menara kok ya males, tinggi banget cuy! Nggak ada lift pulak! *toyormasal*. Walhasil, kami duduk-duduk di pasir dan memandang pulau di seberang yang menggoda untuk di datangi...
Olrait, kami pun menyeberang ke pulau itu. Namanya apa ya? Pokoknya tepat di depan pulau Lengkuas. Karena deket, paling 100 meter, kami jalan kaki membelah lautan.... *weiiss, sakti!*. Mumpung airnya masih cetek juga sih. Dan yang wajib, foto-foto dooong! Driver kami jadi fotografernya hehe...
Sampai di seberang, tetep loh teriak-teriak ke driver minta di foto! Padahal doski nggak denger juga. Tapi karena kami sudah sehati, kode yang kami berikan pun diterimanya dengan sukses :). Puas manjat-manjat di batuan granit, kami balik nyeberang ke Pulau Lengkuas. Air mulai pasang, jadi kami tetep gandengan. Oooww..co cuiiitt! :)






Hampir nyampe pantai, mpok Mile teriak ke driver, tas-tas kami yang tadi nggeletak di pasir, kebawa air pasang! Ouch! Masnya kangsung ngamanin tas-tas itu. Sayang, plastik yang dibagikan pemilik perahu untuk membungkus peralatan elektronik se[erti HP and BB nggak aku iket kenceng. Jadinya BB & HP ku basah, mati total :(.
Ah, sudah lah...bisa beli lagi.. *gayaaaaa!!!! Padahal nangis bombay dalam hati :)*


Oiya, karena nggak ada penjual makanan di Pulau Lengkuas, maka disarankan untuk bawa bekal sendiri. Banyak juga yang bawa kelapa muda loh! Niat banget dah!:))

Dari Pulau Lengkuas, kami menuju ke Pulau Burung. Lagi-lagi, pemilik perahu menawari untuk singgah di beberapa pulau yang lain, tapi karena kami takut kecapekan, kami pilih langsung ke pulau Burung. Subhanallah...ini pulau dengan batuan granitnya cantik bangeeeettt!!!
Sepi pula! Cuma kami yang kesitu. Mungkin wisatawan lain belum nyampe atau sudah pulang. Jadinya serasa private island dan teman-temanku itu kembali menggila..hehe... *poto-poto maksdunyaaah*. Mpok Mile aja langsung kepengen bikin foto pre-wed di situ! Hihi.

Temen2ku snorkling lagi, tiduran di air, pose di batu besar tengah laut, sampe berdoa minta jodoh! Saya? Motretin mereka. Baik kan?! *peres air mata* :). Btw, doanya mpok Mile terkabul loh, nggak lama dari Belitung, doski dapet pacar dan Februari nanti menikah. Ihiiiyy...mudah2an nular ke dua yang lain plus yang motretin yaaakk! Amiin :))







Pulang dari pulau Burung, kami kembali ke pool perahu. Bersih-bersih badan dan pesen makan siang sekalian. Abis itu, lanjut ke Tanjung Kelayang. Pantai juga, batuan granit juga, tapi istimewanya adalah karena lokasi ini jadi tempat pembuatan film Laskar Pelangi ). Pokoknya yang nggak henti bikin kagum itu batuan granit yang segede-gede gaban deh! Cantik, alami, dan kokoh! :)


Hari udah sore banget. Perjalanan kami lanjutkan ke daerah Manggar. Jauh sih, tapi penasaran sama kopi manggar dan sekolahan yang jadi lokasi shooting LP. Dan sampai sana, udah malam aja dong... :) Nggak jadi ngopi, liat sekolahannya dari mobil doang (karena gelap dan syerem), trus balik lagi ke kota Belitung sambil nyanyi2. Mulai dari lagu-lagu wajib nasional, pop, dangdut, sampe lagu daerah kami nyanyikan untuk menghibur mas driver yang cuma bisa nyengir kami godain. Padahal biar doski nggak ngantuk maksudnya :).

Sampe kota udah malem, langsung cari makan malem dan ke tempat oleh-oleh. Esti beli cincin batu satam. FYI, batu satam yang hitam legam itu memang khas Belitung. Batuan meteor yang jatuh ke bumi dan susah ndapetinnya. Dulu, waktu ke Belitung pertama kali (2007), aku dikasih sama satu-satunya pengrajin batu Satam saat itu, Pak Firman namanya (di Pangkal Lalang).
Trus, karena oleh-oleh makanan yang khas dari Belitung adalah kerupuk, maka kami pun dibawa ke tokonya langsung yang sekaligus pembuatnya! *kebalik nggak sih kalimat gue?*. Aneka macam kerupuk seafood ada disini. Harga terjangkau, rasa dijamin lezat. Lokasinya sih rumah biasa, di perkampungan gitu, tapi ternyata setelah kami, ada banyak wisatawan yang kesitu. Rame deh...



Minggu pagi.
Kapal dari Belitung berangkat sekali, pagi hari jam 7. Kami diantar mas driver rental ke pelabuhan. Nggak nambah fee sewa mobilnya, tapi karena dia baik banget, kami kasih tip yang lumayan ke dia;).
(Foto : Pelabuhan di Belitung & Kapal kelas eksekutif)

Sampai di Bangka, temennya Esti jemput lagi dan sempet bawa kami muter-muter kota dan mampir di beberapa toko oleh-oleh sebelum ke bandara. Toko kain cual bu Ishadi nggak lupa kami datengi. Cuma mpok Mila yang belanja kain. Doski kan emang stylish abess!! *reezzz...:p*

Segini dulu ya, cerita liburannya. Kalau soal biaya, masing-masing habis sekitar 2 juta rupiah. Itu sudah termasuk tiket pesawat pp, hotel, rental mobil, sewa perahu, makan, dll. Kapan-kapan, kita liburan lagi ya geeeenngg!!! :)


Minggu, 13 Maret 2011

PENGINAPAN 'DEKAT DENGAN ALAM'

Menangani program outdoor, terlebih yang mengharuskan ke luar kota, memberi banyak pengalaman, salah satunya soal penginapan. Sebenernya agak nyesel, kenapa baru akhir-akhir ini punya ide untuk mengabadikan setiap penginapan yang aku singgahi. Padahal kalau mau dari dulu, pasti banyak sekali dan bisa memberi referensi untuk orang lain yang mau travelling dan kebetulan baca postingan ini :). But, it’s oke..better late than never, right?!


Dan berikut adalah beberapa penginapan bernuansa alam, yang mungkin bisa anda kunjungi. Tempatnya recomended, lingkungannya indah, harga sesuai lah hehe... Lokasi2 ini memiliki website, jadi tinggal googling nama lokasinya, info lengkap bisa anda dapatkan. Trus, ngapain saya posting kalau gitu? hahaha... *toyor kepala sendiri*


Kebetulan, semua lokasi ada di Jawa Barat. Alam disana memang mendukung dan ‘pantas’ untuk penginapan model seperti ini. Ada yang mau sharing, penginapan-penginapan unik yang pernah disinggahi?
Villa Tani (Natural Garden Resort)
Lokasi : Kampung Mekarwangi, Desa Sari Wangi, RT 02/ RW 12, Ciwaruga Atas, Bandung.
(dekat Politelnik Bandung / POLBAN-Sarijadi)
Namanya juga Vila Tani, maka pengunjung bisa melihat, bahkan ikut bercocok tanam di sini. Ada juga peternakannya loh! Lokasi memang masuk-masuk ke dalam, tapi dengan alamat di atas, plus gak malu bertanya, pasti sampai ke tujuan! :D

Kebun di Vila Tani

Sapu Lidi Resort

Lokasi : Jl. Sersan Bajuri, Komp. Graha Puspa, Cihideung, Lembang, Bandung.

Di lokasi ini terdapat juga restoran, toko oleh-oleh, dan areal sawah.

Kaki Gunung Bungalow

Lokasi : Desa Pancawati, Caringin, Bogor.

(Masuk dari pertigaan pasar Ciawi)


Kampung Pago

Lokasi : Jl. Raya Soreang, Ciwidey km 25, Kab. Bandung (Arah ke wisata Kawah Putih)


Caldera Resort

Lokasi : Desa Lebakwangi, Cikidang, Sukabumi

Selain penginapan, yang terkenal disini tentu saja raftingnya, karena sungai Citarik mengalir tepat di hadapan penginapan ini. Cool!

Kampung Sumberalam

Lokasi : Jl. Raya Cipanas 122, Garut, Jawa Barat




Kampung Sampireun

Lokasi : Jl. Raya Samarang, Kamojang, Garut, Jabar

Lokasi ini sudah sangat terkenal dikalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Sering juga dijadikan tempat honeymoon;)

Salah satu yang gak boleh dilewatkan kalau kesini adalah sajian serabi Sampireun setiap paginya.


Serabi Sampireun



Sari Papandayan Resort & Agrotourism

Lokasi : Jl. Raya Cisurupan km 17, no 118, Garut, Jabar

(jalan raya arah ke Gunung Papandayan)

Agrotourism andalan lokasi ini adalah strawberry. Check it out!
Kebun Strawberry

Sabtu, 18 Desember 2010

BERLIBUR DENGAN KAPAL PESIAR!?

Ada yang pernah liburan dengan kapal pesiar? Saya sudah! hehe...somboongg :p Begini nih, enaknya kalau dapat program jalan-jalan, bisa pesiar ke berbagai tempat dengan gratis!:D Meskipun dalam rangka kerja, lumayan juga kan bisa bagi2 cerita!;>

Ceritanya, setahun yang lalu (etdah, udah lama yak?!) Ala Chef shooting ke Bali. Salah satu materi yang kami ambil adalah Farah Quinn berpesiar dengan Quicksilver Cruise dari Benoa ke Nusa Penida. Jadwal keberangkatan cuma satu kali sehari, jadi jangan sampai telat, ya! Kapal akan datang pk. 08.45 WITA untuk menjemput penumpang di Benoa, dan pulang sore harinya sekitar pk. 16.00 WITA.


Kapal pesiar ini akan menempuh perjalanan sekitar 1 jam ke Pontoon (dermaga di tengah laut milik Quicksilver Cruise). Disepanjang perjalanan kita disuguhi pemandangan laut yang indah banget! Apalagi kalau nanti tiba di daerah dengan pemandangan tebing karang di kanan-kiri laut, uindaahh bangeett! Mau motret agak susah karena guncangan ombaknya memang keras, jadi hasil foto goyang mulu! Untung bisa dapet satu!:p


Tiba di Pontoon, penumpang dipersilakan turun dan dibagi aktivitasnya; ada yang langsung naik perahu kecil untuk ke Nusa Penida, ada yang bermain-main dengan fasilitas olah raga air yang ada. Anda bisa main banana boat, snorkling, fish feeding, atau meluncur dari water slide langsung ke laut! Sensasinya, wooww!! :D Semua peralatan disediakan disini. Buat yang mau berjemur atau pijat refleksi juga bisa. O,iya..disini disediakan makan siang secara prasmanan. Wuiihh....makanannya banyak dan enak2! hehe..cuma ya itu, harus antri. Parahnya kalau antri bareng orang yg nggak tau tata tertib antri alias main serobot, bikin esmosi jiwa!:p




Nah, kalau yang naik perahu ke Nusa Penida tadi, akan dimampirkan dulu ke submarine (kapal selam), dimana kita bisa melihat ikan-ikan di kedalaman laut dari glass window di dinding kapal.
Setelah itu, lanjut ke Nusa Penida dan kita bisa berkeliling pulau sambil berinteraksi dengan penduduknya. Sebagian besar dari mereka adalah petani rumput laut.



Tau doong, rumput laut banyak manfaatnya. Ada yang diolah jadi kosmetik, ada juga yang dimakan. Asiknya lagi, waktu kami kesana cuaca sangat cerah! Langitnya biruuu banget! Kalau nggak ingat kulit bakalan gosong kena teriknya matahari, mungkin aku udah lari-larian di pantai tuh, bikin adegan video klip! hehe.... So, let's go to holiday!;>


Sabtu, 11 Desember 2010

Dahulu Hotel, Kini Museum!

Postingan ini, sedianya saya buat untuk menyambut HUT RI ke-65, tapi karena nggak sempet2, akhirnya draft yg ada terbengkalai dan baru bisa dilanjutkan posting sekarang. It's okey...semoga tetap bermanfaat:)


Museum. What is in ur mind?:D
Tempat membosankan? Tempat dengan segudang info yg terpendam? Atau lokasi spooky yg baiknya dikunjungi rombongan?:)
Namanya Museum Linggarjati. Museum ini ada di kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Indonesia. Kalau dari Jakarta, sebelum masuk ke kota Kuningan, tepatnya. Nanti di kanan jalan ada plang dan gerbang yang menunjukkan arah ke museum ini.

Museum ini, dulunya adalah rumah orang Belanda yang kaya-raya.... (kaya’dongeng yah hehe).
Cerita selanjutnya silakan googling ya! Hehe....

Anyway, yg menarik dari Museum ini selain nilai sejarahnya karena pernah menjadi tempat perundingan antara Indonesia-Belanda setelah Agresi Militer Belanda II, adalah fakta bahwa tempat ini dulunya adalah hotel. Bisa dibayangin, dulu bangunan ini pastilah yang paling ‘megang’ di seantero Kuningan! ;) Tapi kalau sekarang disuruh menginap di sana,.... makasih...saya pilih tidur di mobil saja! :D


Jadi, selain melihat bangunan unik, ruang perundingan beserta perabotnya, diorama suasana perundingan, dan foto2 yang berhubungan dengan bangunan maupun peristiwa perundingan Linggarjati, kamu bisa melihat kamar-kamar hotel beserta furniturenya. O,iya..di tiap pintu kamar juga ada keterangan siapa saja yang pernah menginap disitu. So, enjoy the museum!:)

Sabtu, 28 Agustus 2010

Pacitan; Sale 'Anggur' dan Pantai Klayar

Tiap denger nama Pacitan, yang ada dibenak langsung adalah daerah asal Presiden SBY. Makanya, ketika ditugaskan untuk survey dan melakukan shooting Ala Chef di sana, saya langsung ingin mencari sesuatu yang berhubungan sama SBY, lha wong itu icon-nya kok! Begitu saya pikir. Setelah menempuh perjalanan darat sekitar 3 jam dari Yogyakarta (melewati 3 propinsi; DIY-Jateng-Jatim), akhirnya tiba juga di kota kecil itu.

Rumah masa kecil SBY ada di kota Pacitannya, tidak jauh dari terminal. Di sana, kita bisa melihat foto-foto SBY dan keluarganya. Tidak seperti rumah Soekarno di Blitar, di rumah ini tidak banyak barang peninggalan SBY. Mungkin karena ini bukan rumah beliau, melainkan rumah familinya dimana beliau ikut tinggal semasa kecil. Bentuk dan isinya pun tidak ‘semewah’ rumah Soekarno di Blitar. Di sebelah rumah itu ada juga rumah budhe-nya SBY. Orangnya baik dan ramah. Bahkan saya boleh sekalian survey rumah beliau, kalau2 bisa digunakan juga untuk shooting Ala Chef. Tapi dengan berbagai pertimbangan, akhirnya shooting di rumah SBY kecil maupun rumah budhenya tidak jadi kami lakukan. Shooting Pacitan pun hanya dilakukan di 2 lokasi, tempat pembuatan makanan khas, yaitu sale pisang bentuk anggur dan Pantai Klayar di kecamatan Donorejo.

Ada beberapa makanan khas Pacitan, seperti dodol wijen, sale pisang, dan anak ikan hiu. Tapi yang kami angkat saat itu adalah sale pisang. Sale pisang di sini ada dua jenis, basah dan kering. Kalau bentuknya macam2, ada yang lingkaran seperti cincin, ada yang panjang tipis, ada yang potongan2 sedang, dan yang paling unik adalah yang dibungkus warna-warni dan dibentuk seperti anggur.

Salah satu pembuat sale pisang di kota Pacitan adalah Ibu Pri. Orangnya ramah sekali. Pantesan, sebelumnya beliau juga pernah diliput oleh beberapa media. Bahan utama sale pisang beliau adalah Pisang Awak. Pisang ini dipotong2 sesuai yang diinginkan, lalu dijemur. Setelah kering dibentuk bola-bola dn dibungkus plastik hingga rapat. Lalu dibungkus lagi dengan kertas krep warna-warni, dan dilapisi plastik lagi. Terakhir disusun deh menyerupai untaian buah anggur. Harga satu untainya cuma 2000 rupiah loh! Enak, tapi lama makannya karena bungkusnya berlapis-lapis! Hehehe....




Lokasi shooting kami berikutnya adalah Pantai Klayar. FYI, Pacitan memiliki beberapa pantai. Kota kecil ini memang berada di ujung selatan paling barat dari propinsi Jawa Timur. Dari beberapa pantai indah yang ada, kami memilih Pantai Klayar. Sebelumnya sudah dibisikin teman2, kalau ini adalah pantai yang paling indah di Pacitan, tapi lokasinya paling jauh. Well, untuk sesuatu yang bagus, gpp lah jauh! Hehe...


Benar saja, kami harus menempuh perjalanan 1.5 jam ke Pantai ini dari kota Pacitan. Melewati kampung2 yang berpenduduk jarang, deretan hutan jati, kebun singkong, jalanan sempit, hingga akhirnya sampai di lokasi. Oh, iya... satu hal yang unik saat melintasi kampung2 tadi adalah banyaknya papan kayu yang menghimbau warga untuk tidak BAB sembarangan! Jadi maksudnya selama ini....?? :p


Finnaly, this is the beach, Klayar!

Pantai landai dengan bukit dan karang yang sangat indah! Pasir pantainya putih, air lautnya biru, hembusan anginnya hangat....ah, pokoknya heaven dah! Hehe... Asiknya lagi, tidak dikenakan retribusi masuk ke kawasan pantai ini. Penduduk yang berjualan di sekitar lokasi juga ramah-ramah kok. Toilet dan mushola juga ada. Melihat keindahan di depan mata yang ada pengen foto-fotooo mulu. Tapi sebenarnya ada keindahan lain yang tersembunyi. Yuuuk kita cari! (ahahaaa..lebay).

Jadi, kalau kita berjalan ke arah timur pantai, ke arah batu karang yang menjulang seperti batuan di padang pasir timur tengah itu, kita akan menjumpai fenomena alam yang unik! Hamparan batu karang dengan lumut yang tidak licin dan air mancur tiba2 yang muncul dari bawah batu karang jika ada ombak yang menerjang. It’s sooo amazing! Satu lagi potensi alam Indonesia yang harus dikenalkan ke dunia!




O,iya...di pantai ini juga ada anak sungai yang digunakan warga untuk mengangkut kayu dari ladang/hutan dekat pantai. Hemm...kurang tau sih, itu penebangan liar atau bukan. Semoga bukan yaa...
Sewaktu kami kesana, di bukit sebelah barat pantai sedang dibangun jalan setapak untuk emudahkan pengunjung mencapai gardu pandang. Wah, kapan2 harus kesana lagi dan menikmati sunset pantai Klayar dari atas bukit, nih! That would be a romantic momment, isnt it? ;)