*cinta pantai-pantai Indonesia!!*
Jumat, 01 Januari 2010
CANTIKNYA DRINI....
*cinta pantai-pantai Indonesia!!*
BENTENG VAN DER WIJK - GOMBONG
Kalau anda mengira Farah Quinn sedang shooting di bangunan tua di Itali, anda salah! (hehe..sapa juga yg mengira begitu? lebay!:p )
Lokasi di atas adalah sisi dalam sebuah benteng yang sudah berusia 192 tahun di Jl. Sapta Marga no. 100, Gombong, Kebumen, Jawa Tengah.
Eksotis, ya?! Kepikiran bikin pre-wedd disini? hohoho.... boleh..boleh, anda tinggal menghubungi pengelola yang kantornya di dekat gerbang masuk kawasan benteng ini. Tapi sangat disarankan anda berwisata saja. Karena selain bisa mengagumi arsitektur bangunan benteng yang berpintu dan berjendela puluhan dengan dinding2 tebal dan lorong2 yang seolah tak berujung itu, anda bisa juga naik kereta api mini di atas benteng dan main air di waterpark yang ada di depan benteng. Tambah juga pengetahuan anda tentang siapa saja Pangdam atau Bupati yang pernah memerintah di daerah sana, karena foto dan nama mereka tertera jelas di ruangan2 tertentu. Jangan lupa beli aneka souvenir di sepanjang jalan keluar kawasan ini, supaya pedagangnya senang. Anda senang, mereka senang, semua senaangg!! :)
Sabtu, 07 Februari 2009
Puncakmu 'Tlah Kudaki!!! hehe...
Gerbang masuk ke obyek wisata gunung Galunggung ini berada jauh banget dari anak tangga yang menuju puncak gunungnya. Kalau nggak pakai kendaraan pribadi, mungkin bisa memanfaatkan jasa ojek yang mangkal di situ. Ketika sudah berada benar2 di kaki gunung, ada dua pilihan jalan menuju puncaknya : melalui ratusan anak tangga atau menapaki jalan setapak berpasir dan bersemak. Dua-duanya punya sensasi berbeda, yang satu bikin puyeng...yang satu bikin kepleset! hehe..becanda! Tar kalau sudah di atas, semua capek bakal terbayar dengan pemandangan uuiinndahhh kawah galunggung dan gunung galunggung itu sendiri!
O,iya..ada dua hal yang bikin aku heran : pertama, di tengah kawah galunggung ada daratan yang membentuk pulau gitu, katanya bisa buat camping, cuma gimana kesananya ya?? kedua, jalanan di puncak galunggung sudah di aspal. Kira2, gmn bawa mobil silinder yg dulu ngalusin jalanannya, ya??
Mbak2nya sama rombongan....
Sabtu, 27 Desember 2008
CANTIK - UNIK - MAGIC!
Ada banyak desa adat yang menjadi tujuan wisata di Tana Toraja, salah satunya desa Kete’ Kesu. Look desa ini pasti gak asing lagi, soalnya emang sering banget diekspose, baik untuk tayangan tv, gambar di kalender, postcard ataupun brosur wisata.
Hemm..jadi bingung mo mulai cerita dari bagian mana...fotonya gk kumplit pula! uhuhu...
(Bareng Anak2 desa Kete' Kesu - background lumbung padi)
Di setiap rumah, ada tanduk2 kerbau yang dipajang. Jumlahnya macem2 tergantung sudah berapa banyak kerbau yang mereka sembelih untuk upacara adat. Kalau banyak, itu tandanya si empunya adalah orang kaya. Selipan info nih : di Toraja, hewan favorit untuk upacara adat adalah kerbau. Dan kerbau yang mahal adalah kerbau bule, kerbau yang warna kepala atau sebagian tubuhnya tidak hitam/abu2 tetapi putih kemerahan. Katanya, bisa puluhan bahkan ratusan juta loh harganya! Kalau pas hari pasaran, kita bisa lihat kerbau2 mahal itu dipajang untuk diperjualbelikan.
(di depan salah satu tongkonan 'bertanduk' banyak - Kete' Kesu)
***
KALIMBUANG BORI’ (kompleks Menhir & Kuburan batu)
Lokasinya ada di 5 km arah utara kota Rantepao. Jalan menuju kesana sudah di aspal tapi tidak terlalu lebar. Sepanjang jalan pemandangannya indaaahh banget. Dan begitu sampai lokasi, nuansa magis mulai terasa....sepi...sejuk...
Tapi teteupp...keindahan lokasinya bisa ngilangin semua aura ‘seram itu, kok!
(Belakang menhir, depan kuburan batu....hiiyyy!!)
DESA TRADISIONAL PALLAWA
Desa ini merupakan desa adat. Nuansanya mirip dengan Kete’ Kesu. Cuma secara look (halah..) memang lebih indah Kete’ Kesu, menurutku. Yang menarik waktu kami kesana adalah adanya jenazah yang sudah setahun meninggal dan masih disimpan di dalam rumah. Bagi orang Toraja, upacara pemakaman memang istimewa. Jadi kalau memang pihak keluarga yang meninggal belum siap, jenazah bisa diawetkan hingga mereka mampu membuat upacara pemakamannya.
(Salah satu sudut ds. Sa'dan To'barana)
Desa ini merupakan salah satu pusat tenun tradisional. Penenunnya semua wanita, dari mulai ibu-ibu sampai nenek2. Mereka masih menggunakan bahan dan alat menenun tradisional. Pewarnanya pun demikian, masih menggunakan pewarna dari kulit pohon atau tanaman2 tertentu. View di desa ini jg bagus. Ada sungai kecil yg melintas di tepi tongkonan (rumah adat) terluar. Jadi gak salah kalo aku pun pose2 di sini hohoho....narsis euy! :D
Sepertinya kompleks tongkonan di desa ini adalah peninggalan keluarga orang berada (keturunan bangsawan), karena tongkonannya besar2 dan potongan tanduk kerbaunya juga banyak. Yang jelas, di desa ini aku dapat ‘saudara’ baru, yaitu ibu yang jg bekerja di Dinpar Toraja. Kenapa sodara? Karena beliau satu2nya orang asli Toraja namun muslim yang kutemui di sana:) Bahkan beliau menawarkan rumahnya untuk disinggahi kapanpun aku bisa ke Toraja lagi. Duh, jd terharu....
Kamis, 25 Desember 2008
APA KAREBA, MAKASSAR?!
‘TERBIT – TENGGELAM’ DI PANTAI LOSARI
Ini dia pantai yang paling terkenal di Sulawesi Selatan. Letaknya benar2 ada di pusat kota Makassar. Pantainya agak curam dan berbatasan langsung dengan jalan raya. Kaya Ancolnya Jakarta gitu lah.. Cuma di sini lebih bersih dan gratis pula, karena benar2 di pinggir jalanan kota. Siapa yang lewat, boleh melihat :).
Di tepi pantai ini dibangun juga semacam ‘pelataran’ luas yang menjadi titik sentral kegiatan di Pantai Losari ini. Pertunjukkan seni juga sering digelar di sini. Makanya waktu kami diberi fasilitas untuk shooting tarian adat oleh Dinpar Makassar, kami memilih anjungan/pelataran ini sebagai lokasinya. Strategis dan representatif! Banyak anak muda nongkrong, orang tua momong anak, atau rombongan wisatawan yang menanti sunset di sini. O, iya...di Pantai ini, kita bisa lihat Sunrise dan Sunset dari tempat yang sama loh! Tapi tentu saja, dg waktu yg berbeda, ya!:p
Ada juga restoran terapung di sini. Maksudnya adalah restoran yang lokasinya di atas kapal atau bangunan di atas air. Pokoknya dijamin gak laper deh, karena banyak juga penjaja makanan di tepi jalan. Dan yang most wanted banget pastinya adalah Pisang Epe! Manis! Enaaakk tenaaann!! :D
BENTENG FORT ROTTERDAM
PULAU SAMALONA
Namanya gak asing kan? Karena ada judul lagu yang pake nama pulau ini. Lagunya sapa ya? Browsing sendiri, mau kan? Hehe....
Kami memang tidak memilih P. Kayangan untuk dikunjungi (di shooting) waktu itu. Pertimbangannya adalah ingin mencari lokasi lain yang masih jarang dikunjungi biar pemirsa gak bosen. Akhirnya dengan bantuan bapak2 dari Dinpar, kami bisa menyewa speedboat ke pulau Samalona. Sewanya waktu itu 1 juta rupiah PP. Waktu tempuh dari Pelabuhan Khayangan sekitar 45 menit saja. Sebentar tapi lumayan bikin jantung berdesir! Mungkin karena speedboat melaju kencang beradu dengan ombak yang rada besar plus ‘bertemu’ dengan kapal2 suepeerrr guedeee lagi mangkal (?). Ugh! Berasa keciilll banget jd manusia. Yang aku ‘rutuki’ saat itu adalah; kenapa aku gak pernah niat belajar renang?! Jadi kan gak perlu khawatir banget kl sedang ada di laut gitu...hiks...
***
Benar saja, begitu akan merapat ke P. Samalona, ikan2 di dasar laut sudah menyambut. Suer! Indah banget!! Air biru kehijauan yang jernih banget itu membebaskan mata ini untuk melihat semua ikan yang ada. Huh...sekali lagi aku menyesal, kenapa gak bisa renang?! :(
Melintasi pulau ini gak butuh banyak waktu, wong Cuma kecil kok. Berapa ya luasnya? Satu hektaran mungkin. Kecil kan, utk ukuran sebuah pulau berpenghuni?!
Nah, akhirnya, jadilah host cewek (Trianita) kami minta snorkling di sini. Warga juga nyewain sepatu katak dan alat snorkel loh, 30 ribu satu paketnya. O,iya..sebenarnya ada lagi yang dituju wisatawan di pulau ini, yaitu pohon besar dan makam..siapaaa gitu. Tapi aku sih gak rekomen. Lebih baik nikmati aja pasir putih dan laut birunya, dah! Hehe...
Kamis, 20 November 2008
PROLOG FOR CELEBES
Untunglah, apa yang ditakutkan tidak terjadi. Semua berjalan lancar, dari mulai survey hingga shootingnya. Tidak serumit yang ditakutkan. Ternyata, diri ini menjadi 'cerdas' sendiri di lapangan. Menjadi sangat inisiatif dan cerdik mencari jalan keluar semua persoalan. Menjadi sangat 'brilian' dalam mencari akal. Satu pelajaran berharga : diri kita ini pada dasarnya mandiri dan bisa diandalkan!;>
Planning.
Survey akan aku lakukan bareng sama Campers (mas Ilham) di Sulsel dulu-baru ke Sulra, dan bertemu dg anggota tim yg menyusul kemudian di sana. So, pagi pertama yg kami lakukan setibanya di bandara Hasanuddin, Makassar adalah langsung menuju ke Tana Toraja. Menuju ke yang jauh dulu, begitu pikir kami.
Survey.
Perjalanan dari Makassar ke Toraja memakan waktu sekitar 7-8 jam dengan mobil. Jadi, ketika kami sampai di Toraja, udah hampir maghrib. Survey pun cm bisa dilakukan di desa Kete' Kesu. Cari izin dan info sedikit, trus langsung cari penginapan di tengah kota Rantepao ('ibu kota'nya Toraja). Yang paling populer sih Hotel Indra (ada Indra I dan II). Bukan hotel berbintang, tapi lumayan lah buat istirahat. Hotelnya tingkat dua, nuansanya bambu-bambu gitu. Keluar kamar langsung taman terbuka. O,ya...udara di Toraja tergolong dingin karena dikelilingi pegunungan. Jadi, prepare baju hangat ya!:)
***
Esok harinya, kami langsung geber beberapa lokasi yang udah aku list untuk disurvey dan diambil stockshotnya sama mas Ilham. 'Stereotip' tiap lokasinya sih hampir sama, batu-batuan, simbol keagamaan, leluhur atau mistis! Tentang lokasi2 ini, aku ceritain di judul lain ya..!!
***
Senin, 11 Agustus 2008
CIAMIS ITU, SEBELAH MANANYA PANGANDARAN???
***
Setelah ‘rehat’ beberapa bulan dan pegang program lain, EP ku menugaskanku untuk shooting Koper & Ransel ke Pangandaran. Sebenernya udah pernah, tapi emang mau diliput lagi, sambil nambahin lokasi2 baru kalau ada. Jadi mikir, Indonesia yg luas aja, lokasi wisatanya udah berkali-kali kami liput, gimana dengan Singapore, Brunei atau Vatikan, ya?! Pusing kayanya jadi tim Kreatif di TV sana hehe...
***
Jam 6 pagi, kami berangkat dari kantor. Dengan bekal kantuk setumpuk, mudah sekali menghadirkan mimpi di sandaran mobil ELF yang melaju kuenceengg (katanya tidur, ko tau kl kenceng?). Setelah beberapa kali berhenti untuk pipis (hihi...:p) , kami tiba di gerbang pantai Pangandaran sekitar pukul 12.30 WIB. Tuh, kan bener kenceng....Cuma 6,5 jam dari Jakarta!! Itu pun pake brenti2 segala! Petugas2 di pintu masuk ramah banget! Semuanya ‘sadar’ kalau promosi itu penting! Apalagi ini juga dalam rangka menyukseskan Visit Indonesia Year 2008! Bahkan mereka memberikan rekomendasi dan izin sekaligus kalau kami ingin meliput lokasi wisata yang lain. Seeeeppp, dah!! :D
Pantai Pangandaran termasuk dalam deretan pantai selatan jawa. Ombaknya besar, pantai nya landai dan berpasir hitam. Termasuk bersih untuk ukuran lokasi wisata pantai di pulau Jawa. Di sini kita bisa berenang, main pasir, naik ATV, atau menyewa sepeda tandem untuk menyusuri pantainya. Murah kok, sekitar 15 ribu / jam sewanya. Siap2 aja disapa ramah oleh masyarakat sekitar yaa!:)
Di sepanjang jalan tepian pantai, sudah banyak penginapan yang beroperasi. Bahkan sampai masuk ke gang-gangnya pun, banyak bangunan yang ternyata juga penginapan. Ada yang modelnya petakan kaya’ kos-kosan, ada yang kaya’ rusun, ada juga yang bener2 rumah dan disewakan. Jadi kata sodaraku yang orang sana, kalau weekend atau musim liburan, penduduk sekitar memang sering menyewakan sebagian ruangan rumahnya untuk wisatawan, sementara mereka ‘bergeser’ ke dapur atau ruang belakang rumah untuk aktivitasnya. Ah, orang Indonesia....apaaaa aja bisa jadi uang! Hehehe.....
Yang hobi belanja souvenir, gak usah khawatir. Layaknya lokasi wisata, di sini juga banyak penjual cinderamata khas Pangandaran, seperti aksesoris, hiasan dinding dari kerang, baju2 pantai, dll. Selain di sepanjang jalan pantai barat, ada juga di ujung timur pantai (dekat pintu barat cagar alam Pananjung). Nah, kalau mau yang komplit, dateng aja ke Pasar Wisata nya. Nawarnya gak perlu banget2 kok, soalnya harga yang mereka tawarkan juga gak tinggi2 amat, alias sudah mendekati perkiraan kita akan harga suatu barang! (halah...bahasanyaa...). Misalnya nih, jam dinding dari pasir dan kerang 30–35 ribu dan celana kaos pendek/selutut; 15-25 ribu ajaaa (tergantung ukuran).
O-iya, ngomongin soal pantai timur, bagian ini oke juga loh! Ada sisi dimana tepi pantainya sudah di dam (bener gak nulisnya? Pokoknya diperkuat dengan batu & semen gitu deeh..), ada juga yang masih bener2 pantai pasir. Pasirnya putih lagi! Nanti bahasnya di sesi Pananjung, yah!;) Niii...foto2 Host kami waktu mau take built in product handphone...keren, ya! (Kerenan mana sama yg moto? :p)
CAGAR ALAM PANANJUNG DAN ‘MISTERI TAK BERUJUNG’ (ciee..)
Standarnya cagar alam, yang ada ya pepohonan besar layaknya hutan! Kita bisa masuk dari beberapa pintu. Pintu barat itu yang dekat dengan pantai pangandaran. Begitu masuk gerbang, ada monyet2 yng menyambut. So, hati2 dengan barang bawaan. Kalau ada makanan yg gak pengen dibagi ke mereka, lebih baik disembunyikan saja. Jalanannya pun langsung menanjak, dan kita bisa melihat ke arah pantai dari ketinggian. Kalau lewat pintu timur, aksesnya lebih mudah. Jalanan setapaknya pun sudah dikeraskan. Ada satu lagi pintu masuk, yakni menyeberang dengan perahu ke pantai pasir putih Pananjung. Pantai pasir putih ini juga terlihat kok dari pantai pangandaran. Dan banyak pula bapak-bapak pemilik perahu yg menawarkan jasa penyeberangan.
Yang menarik di Pananjung ini adalah keberadaan goa-goa alamnya. Jumlahnya sekitar 7-9 buah. Kalau punya betis yang kuat dan semangat 45, silakan menjelajahi hutan ini dan memasuki semua goa nya!:) Waktu shooting kemaren, kami masuk dari pintu barat (karena disesuaikan dg ‘jalan cerita’ yg kubuat hehe...). Dari pintu barat ini yang terdekat adalah Goa Jepang. Goa ini lebih mirip bunker. Maklumlah, tentara Jepang memang menggunakannya sebagai tempat persembunyian. Jadi, bisa dibilang ini goa ‘setengah’ alam, menurutku!:p
PANTAI BATU KARAS DAN SURFER SUPER PANAS (hohoho....)
Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit naik mobil dari pantai Pangandaran ke pantai Batu Karas ini. Lokasi tepatnya di desa Batu Karas, Cijulang, 34 km arah barat dari Pangandaran. Karakter pantainya mirip dengan Pangandaran, cuma lebih landai dan luas. Trus, di sisi kanannya ada bukit karang yang sedikit memberikan nuansa beda. Belum lagi banyaknya mas-mas yang surfing. Wooo...pokoknya mata ini puass!!hehe.. :D Ombak di pantai Batu Karas ini memang sudah terkenal asik untuk surfing. Jadi, di tepian pantai juga banyak persewaan papan selancar dan bodyboard. Kalau mau sewa sekalian belajar surfing juga bisa. Anak pantai di sini jago2! Mau yang masih kecil atau sudah dewasa, semuanya item, eh..jago surfing maksudnya ;> Hati-hati dengan ubur-ubur ya! Kalau terkena kulit bisa gatal dan bentol2.
GREEN CANYON DAN RENANG NGAMBANG (hhihihi....:p)
Sepanjang perjalanan menyusuri sungai yang airnya berwarna hijau, kita bisa melihat ‘tebing’ sungai di kanan-kiri kita plus pepohonannya, yang entah bagaimana terasa indah dilihat. Diam-diam aku kembali kagum sama Indonesia, setiap sudut alam yg ada ternyata indah dan potensial untuk jadi obyek wisata. Plis deh, ini kan sebenarnya CUMA SUNGAI! Subhanallaah...
Setelah kurang lebih 15 menit menyusuri sungai, kita akan tiba di sebuah ‘goa’. Sebenarnya lebih tepat jika dibilang tebing bolong. Soalnya goa ini gak beratap, alias tembus ke langit atas dengan tebing tinggi di kanan-kirinya yang terus meneteskan air sehingga berasa hujan tiap hari. Lalu ada batuan (karang?) yang seolah membendung aliran sungai ini, hingga membentuk laguna. Jadi sebenarnya sungai Cijulang (Green Canyon) ini masih panjang untuk sampai ke muara (laut). Mau berenang? Sok atuh.... karena suasana dan ‘penampakan’ airnya memang menantang untuk diselami! (halah...). Ada bagian yg dangkal (hingga kita bisa melihat dasar sungai dari kejernihan ‘air hijaunya’), ada juga yang dalam. Tapi gak perlu cemas, awak perahu biasanya membawakan pelampung untuk kita pinjam. Gratis kok! Mereka malah dengan senang hati menunggu kita jika ingin berenang. Dan akhirnya, daku pun renang..dan mengambang! Hehehe...pelampungnya hebat, euy! Secara aku gk bisa renang, jd tuuakkutnya minta ampun. Eh, begitu nyebur, kok gak tenggelam :p (Hahahaha...noraxxx!!). Nanti, foto2 renangku (apa pose mengambangku, ya?) yg di kameranya mba Gamme, aku upload juga deh, pamerrr...hihi...


















+di+pantai+Losari.jpg)


